Spiritualitas
Episentrum spiritual dan ekologi Desa Adat Jatiluwih yang menjaga harmoni alam semesta.
Pura Kahyangan Tiga
Pusat kosmologi kemasyarakatan Jatiluwih diikat oleh keberadaan Pura Kahyangan Tiga, tempat memuja manifestasi Tuhan dalam wujud Tri Murti:
- Pura Desa (Bale Agung) - Stana Dewa Brahma (Pencipta), simbol awal mula kehidupan bermasyarakat.
- Pura Puseh - Stana Dewa Wisnu (Pemelihara), tempat memuja roh leluhur pendiri desa.
- Pura Dalem - Stana Dewa Siwa (Pelebur) dan Dewi Durga, melambangkan siklus akhir kehidupan jasmani.
Pura-Pura Penting di Kawasan Jatiluwih
Jatiluwih berada di lereng Gunung Batukaru, kawasan suci dengan jaringan pura yang saling berkaitan:
Pura Luhur Batukaru
Hulu dari seluruh kawasan, sumber vibrasi spiritual tertinggi dan segala sumber air yang mengaliri terasering.
Pura Taksu Agung
Stana untuk memohon taksu (kharisma, kekuatan batin, dan kecerdasan spiritual).
Pura Rambut Si Sedana
Didedikasikan untuk memuja Dewi Sri, memohon kemakmuran dan kesuburan pertanian.
Pura Besikalung
Pura kuno yang erat kaitannya dengan sistem irigasi Subak tradisional.
Siklus Spiritual & Ritus Pertanian
Spiritualitas di Jatiluwih sangat erat kaitannya dengan siklus agraris (Subak):
- Mapag Toya (Menjemput Air) - Ritual memohon restu agar air irigasi mengalir lancar sebelum masa tanam.
- Mabiukukung (Ngidam Padi) - Dilakukan saat bulir padi mulai berisi sebagai bentuk syukur dan doa.
- Ngusaba Nini - Upacara puncak perayaan syukur setelah masa panen raya selesai.